Selasa, 13 April 2010

EGALITARIAN

Egalitarian (berasal dari kata Prancis egal, yang berarti "sama") memiliki dua definisi yang berbeda dalam bahasa Inggris modern.
[1] didefinisikan baik sebagai doktrin politik yang menyatakan bahwa semua orang harus diperlakukan secara setara dan memiliki persamaan dalam politik, ekonomi, sosial, dan hak-hak sipil.
[2] sebagai filsafat sosial menganjurkan penghapusan kesenjangan ekonomi antara orang-orang.
Sebuah definisi yang luas dari egalitarian adalah "akses yang sama terhadap sumber daya dan kekuatan pengambilan keputusan. Sebagai contoh, pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah atau sistem lain di mana setiap orang memiliki suara. Egalitarian bisa juga diartikan sekumpulan atau sekelompok orang yang memiliki paham bahwa derajat semua manusia adalah sama, tanpa membedakan status, ras, agama, dan lain-lain.."Misalnya dalam masyarakat kampus dan sekolah, suasana egaliter ada ketika guru tidak menggurui, murid tidak minta dinasehati, jika teaching diganti dengan learning together.
Egalitarian merupakan salah satu karakteristik dari masyarakat madani yang merupakan salah satu visi dari Negara Indonesia di tahun 2010. Egalitarian berasal dari kata egaliter yang berarti kesetaraan. Egalitarian memiliki beberapa pengertian berikut:
Menurut Marbun, egalitarian adalah paham yang mempercayai bahwa semua orang sederajat, sementara egalitarianisme diartikan sebagai doktrin atau pandangan yang menyatakan bahwa manusia-manusia itu ditakdirkan sama, sederajat, tidak ada perbedaan kelas dan kelompok. Jadi masyarakt egaliter atau masyarakat yang mengemban nilai egalitarianism dapat digambarkan sebagai masyarakat yang mengakui adanya kesetaraan dalam posisi di masyarakat dari sisi hak dan kewajibannya tanpa memandang suku, keturunan, ras agama dan sebagainya.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2001, P 285), egalitarian adalah pandangan atau doktrin yang menyatakan bahwa manusia itu ditakdirkan sama derajat. Egalitarian juga diartikan sebagai asas pendirian yang menganggap bahwa kelas-kelas social yang berbeda mempunyai bermacam-macam anggota, dari yang sangat pandai sampai ke yang sangat bodoh dalam proporsi yang relative sama.
Egalitarian yang merupakan salah satu karakteristik dari masyarakt madani, menurut Nurcholis Majid, sesuai dengan karakteristik masyarakat islam pada jaman Rasulullah SAW. di negeri Madinah.
Nurcholis melakukan pendekatan antara konsep masyarakat madani dengan Islam yaitu dengan mengidentikan masyarakat madani dengan masyarakat Rasulullah di Madinah. Hal ini mudah dimengerti karena sebenarnya konsep masyarakat madani yang ingin diwujudkan di negeri ini sebagai acuan masyarakat idal yang tidak pernah terwujud di masa lalu.
Adapun kaitannya dengan egalitarian, dalam Piagam Madinah, terlihat bahwa betapa Islam memberikan jaminan kesamaan derajat warga negara ketika Islam secara adil mengatur pemenuhan hak-hak dan kewajiban warganya dan orang-orang yang terikat perjanjian dengan Rasulullah sebagai pimpinan saat itu. Jadi egalitarian sesuai dengan nilai-nilai agama islam.
Pendapat Nurcholis Majid ini didukung oleh Marzani Anwar, yang menyatakan bahwa agama Islam sendiri adalah agama egaliter. Ditunjukkan dari sisi teksnya yang menuntut kesetaraan manusia di hadapan Tuhan, serta pengalaman Nabi selama awal pemerintahan Islam. Ekspresi egalitarianisme atau respons terhadapnya, sesuai dengan penafsiran bahwa egalitarianisme Islam pada periode terdahulu mungkin dipahami sebagai sesuatu yang memiliki sigifikansi secara agama maupun sosial. Meski kemudian prinsip tersebut tereduksi, terutama pada periode awal perluasan kekuasaan Islam (lihat: Lousise Marlow, 1999:27). Semangat egalitarian itu, setidaknya, mengendap pada pengikut Islam lapisan bawah, yang terekspresi pada sistem organisasi maupun sikap dan pandangan hidup mereka.

Sumber : www.facebook.com (Grup Facebook, ISBD utk Matematika)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar